
Produk-Produk Muslim yang sedang Menjamur pada saat ini hanya ada dalam bidang jasa. Seperti Perbankan Syariah, Pegadaian Syariah, hingga Reksadana Syariah. Dari Tahun ke tahun pertumbuhannya amat melesat berkisar 20-30%. Sejak diterbitkannya SUKUK (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN). Maka geliat Investasi Syariah pun bertambah semarak. dalam tahap awal, nilai emisi SBSN tel;ah mencapai Rp 75 Triliun. Para Pelaku industri Reksadana Syariah kian mendongkrak pasar Hingga mampu mengungguli Reksadana Konvensional.
Sejenak Kita tinggalkan produk Jasa diatas, lantas bagaimanakah nasib produk produk Muslim dalam bentuk barang makanan, minuman, kosmetik,dan obat obatan? Mampukah menyingkronkan eksistensinya dengan produk syariah diatas? Lagi lagi, dominasi produk produk non muslim kini bermain cantik. Belum lagi pengusaha Asing berkebangsaan Amerika, turut membanjiri pangsa pasar di Indonesia yang berpenduduk terbesar keempat didunia dan mayoritas Muslim terbesar. Negara asing mana yang tidak tergiur dengan bangsa Indonesia yang memiliki pendduk lebih dari 240 juta jiwa ini? Bangsa asing mana pula yang tidak tergiur dengan kekayaan perut bumi Indonesia? Negara asing manakah yang tidak terpanggil dalam pusaran kekuasaan di pemerintah Indonesia? Serta negara asing manapula yang tidak tergoda dengan keindahan panorama alam diantara gugusan pulau-pulau yang terbentang luas di persada nusantara ini? Wal hasil bagi pengusaha asing, memliki semangat "BATAM" alias Bila Aku Tiba Akan Menang. Nah, Bagaimana dengan para pengusaha Muslim?

Alhamdulillah telah berdiri sebuah perusahaan Muslim dengan Moto "Menguasai Pasaran Global" yang siap menyaingi produk-produk barat yang notabene keuntungannya untuk mereka sendiri bahkan untuk memerangi kaum muslim juga, HERBA PENAWAR AL WAHIDA (HPA) berdiri sejak September 1987 di kampung Mata Ayer, Perlis-Malaysia. Didirikan oleh H.Ismail bin H Ahmda seorang anak petani muslim yang taat dan prihatin akan keterpuruka umat muslim saat itu dari berbagai aspek. Beliau memulai bisnis ini diawali dwngan memulai usaha rumahan yang menjual produk produk herba kini sudah tidak asing lagi didunia obat obatan Indonesia. Industri Farmasi Islam HPA ini dikenal sebagai produsen obat obatan herba yang dijamin kesuciannya, baik proses produksinya maupun tingkat kehalalannya. Bahkan pada proses pengerjaannya para karyawan dikondisikan dalam keadaan suci. Sebelum memulai kerja mereka diharuskan shalat dhuha dan membaca Al Qur'an secara berjamaah. "Dengan cara ini InsyaALLAH usaha kami menjadi berkah," kata H.Ismail. Berasaskan konsep herbalis, yaitu menjadikan obat sebagai makanan dan menjadikan makanan sebagai obat, saat ini perusahaan tersebut telah memiliki empat buah pabrimk yang dilengkapi dengan peralatan modern dan ladang ladang herba serta peternakan peternakan organik sendiri. Salah satu pabrik,ladang dan peternakan terbarunya adalah di pesantren As-Syifa-Subang, Indonesia.

Selain memproduksi herbal pilihan yang halal dan thoyib (baik). HPA juga berusaha untuk membangun PEREKONOMIAN UMAT dengan memasarkan produknya secara Multi Level Marketing Syariah. Dengan sistim ini, HPA menurut H Ismail, bukan sekedar kumpulan pebisnis jamu. ia memiliki misi besar, yakni menjadi penggereak terciptanya perekonomian dan potensi umat Islam, serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. HPA juga berupaya menumbuhkan insan yang professional dengan memanfaatkan teknologi yang maju serta bertakwa kepada ALLAH. HPA secara resmi masuk ke indonesia pada tahun 2000 dan kini telah memiliki tak kurang dari 150.000 distributor dan berkat masuknya HPA di Indonesia telah banyak umat Islam yang sudah mulai "Melek" tentang pentingnya Produk Halal dan Tahyib serta pentingnya membangun ekonomi umat. Karena H.Ismail sendiri pernah berkata , Apabila anda bergabung dengan HPA, anda semakin jauh dari agama, tinggalkan HPA dan doakan HPA hancur agar umat Islam yang lain tidak tahu. Tapi apabila ketika Anda bergabung degna HPA semakin dekat dengan agama maka perjuangkan HPA sampai titik darah penghabisan.
Di Indonesia, para distributor HPA selama beberapa tahun aktif dikenal sebagai individu individu yang mengembangkan terapi pengobatan Thibbun Nabawi (Pengobatan Warisan Nabi) seperti bekam (Al hijamah). Perlahan citra sebagai tabib dan juru bekam itu mulai dilengkapi citra sebagai pebisnis obat. makanan dan minuman herbal yang halal lagi thayyib yang siap membangun perekonomian umat islam diseluruh dunia.
Kedepan, Peluang untuk menguasai pasaran global produk produk halal terbuka makin luas. Sampai hari ini, sejumlah negara sudah siap untuk bergabung dalam jajaran HPA International yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran Mesir, Pakistan, Brunai, Vietnam dan Thailand. Kini HPA Industries Sdn Bhd sudah mendapatkan penghargaan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dengan memberikan sertifikat Good Manufacturing Practise (GMP) pada tahun 1999. HPA Industries juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari majelis Ulama Indonesia, sertifikat dari DEPERINDAG, Dirjen POM dan DEPKES RI yang tercantum sebagai obat tradisional import bukan sebagai food suplemen (makanan tambahan). HPA juga telah mendapatkan pengesahan dari pusat Konsultasi Syariah sebagai Multi Level Marketing Syariah (MLMS), bahkan HPA sendiri punya dewan syariah, sehingga HPA sebagai sebuah perniagaan mendapatkan keberkahan hanya dari ALLAH SWT.
Wallahu alam.
Ayo mari bangun Ekonomi Umat agar Islam semakin maju....
(Sumber : Majalah Hidayatullah, Risalah D'wah Asshaff-Abu Fath)
(Sumber : Majalah Hidayatullah, Risalah D'wah Asshaff-Abu Fath)
0 komentar:
Poskan Komentar